Atap genteng tanah liat hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda. Genteng sendiri memainkan peranan vital sebagai elemen dasar sebuah bangunan rumah. Fungsi utamanya adalah melindungi interior rumah, sekaligus memberikan daya tarik estetika tampilan bangunan tersebut.
Meskipun banyak orang saat ini memilih atap yang lebih modern, di sejumlah daerah di Indonesia masih ada yang setia menggunakan genteng dalam berbagai jenis. Ini bertujuan sebagai bentuk melestarikan budaya lokal. Tentunya, genteng sendiri masih mempunyai nilai unik dalam setiap pengaplikasiannya.

Mengenal Penggunaan Atap Genteng Tanah Liat
Atap genteng dari tanah liat menjadi salah satu jenis atap populer di Indonesia. Genteng ini memiliki kelebihan sehingga sangat sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia. Sebab dikenal karena daya tahannya, terutama di lingkungan tropis, genteng ini menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia, khususnya dari kalangan ekonomi ke bawah hingga menengah di masa lalu.
Genteng ini terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan pasir. Campuran ini kemudian dicetak menjadi bentuk genteng dan dijemur hingga mengeras. Setelah proses pengeringan dilakukan, warnanya akan berubah menjadi cokelat kehitaman. Proses selanjutnya melibatkan pembakaran menggunakan tungku. Usai melalui tahap-tahap tersebut, maka genteng akan memiliki warna merah cerah dan siap untuk dipasarkan.
Jenis dan Desain Genteng dari Tanah Liat
Terdapat empat tipe berbeda untuk atap genteng tanah liat berdasarkan jenis dan desainnya. Oleh karena itu, pengguna harus memilih jenis yang sesuai sebelum membeli dan menggunakannya untuk atap rumah.
-
Genteng Gojer
Genteng gojer, yang juga dikenal sebagai morando, memiliki bentuk menyerupai gelombang laut. Jika dilihat pada satu lembarnya, tampak memiliki sisi melengkung ke bawah dan ke atas. Memiliki ukuran lebar 23 cm, panjang 33 cm, dan berat 2,25 kg, genteng ini memerlukan sekitar 15 lembar per meter saat dipasang pada atap dan tersedia dalam dua pilihan, yaitu glazur dan tanpa glazur.
Glazur sendiri merupakan lapisan tipis di permukaan genteng. Fungsinya untuk membuat gentengnya padat dan tidak berpori sehingga menjadikannya tahan terhadap api dan air, serta mudah dibersihkan apabila kotor.
-
Genteng Mantili
Selanjutnya, genteng dari tanah liat ini memiliki desain sederhana namun menarik. Bahkan bobotnya lebih ringan dan harga relatif terjangkau. Ciri khas genteng mantili adalah warnanya oranye alami. Jenis ini cukup populer di pasaran karena harganya ekonomis.
Sebagai informasi, mantili terbagi menjadi dua tipe, yaitu standar dan jumbo. Perbedaannya terletak pada ukuran. Sesuai namanya, versi jumbo memiliki dimensi lebih besar. Untuk satu meter persegi, genteng mantili standar memerlukan sekitar 24 buah, sementara versi jumbo hanya membutuhkan sekitar 20 buah saja.
Melihat video dan komentar dari akun TikTok @juragan.genteng.super, genteng tanah liat jenis mantili sangat berkualitas. Dalam uji coba ketahanan, ketika diinjak tidak patah. Selain itu juga tahan terhadap cuaca, termasuk hujan. Jadi, ketika hujan turun, air tidak akan merembes melalui genteng. Menariknya lagi, genteng mantili ini bisa dicat dan langsung coating untuk mempercantik visualnya. Hasilnya, gentengnya akan mengilap.
-
Genteng Prentul
Genteng ini dikenal dengan berbagai nama, seperti genteng prentul, karang pilang, kodong, dan goodyear. Tidak ada alasan jelas mengapa ada banyak nama untuk genteng ini, namun yang pasti bentuknya menyerupai bulan, bahkan mirip dengan sendok es krim. Ini mampu menjadi daya tarik tersendiri dari gentengnya.
Bentuk lengkung pada gentengnya berfungsi sebagai pengait untuk reng sehingga ketika dipasang, genteng tidak mudah terbang saat terhempas angin kencang. Selain itu, panjang gentengnya 29 cm, lebar 21 cm, dan beratnya 1,2 kg. Untuk pemasangannya dibutuhkan 25 lembar genteng prentul per meter.
-
Genteng Plentong
Plentong, adalah suatu jenis atap dari genteng tanah liat. Ini juga merupakan material atap yang umum dan mudah dijumpai. Atap ini memiliki karakteristik datar pada 2/3 bagian permukaannya, sedangkan sepertiganya melengkung ke bawah.
Nah, dengan berat sekitar 1,5 kg, genteng ini tergolong ringan jika dibandingkan dengan jenis atap lainnya. Untuk dimensi, lebar produknya berkisar 22,5 cm dan panjangnya 27,5 cm. Untuk menutupi satu meter persegi atap rumah, maka diperlukan sekitar 25 buah genteng.
Pilih Mana, Genteng dari Tanah Liat atau Keramik?
Genteng keramik dibuat dengan kombinasi ideal antara keramik dan tanah liat putih berkualitas tinggi. Di sisi lainnya, tanah liat menawarkan tingkat pantulan luar biasa, tahan terhadap panas, relatif ringan, awet, serta tahan terhadap api dan cuaca.
Jadi, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan keinginan pengguna. Jika mencari tampilan elegan pada genteng serta ingin menambah warna, gaya dan model pada atap, pilihlah genteng keramik. Akan tetapi, jika anggaran terbatas tetapi tetap ingin mendapatkan produk cukup berkualitas, maka genteng dari tanah liat adalah pilihan paling tepat.
Itulah informasi yang bisa diberikan mengenai jenis genteng tanah liat. Dalam hal ini, pengguna bisa lebih teliti dalam memilih rekomendasi genteng paling baik untuk dipasang pada atap rumah. /ame

Zikra Soraya | Interior & Exterior Designer | Content Creator at kuttingkrew.info
Saya memadukan keahlian teknis di bidang desain ruang dengan hobi menulis, khususnya genteng dan atap rumah. Melalui Kutting Krew, saya membagikan tips, inspirasi desain yang nyaman, serta solusi eksterior yang fungsional bagi masyarakat modern.
